Rabu, 04 Januari 2017

KRITIK ARSITEKTUR MODERN

Farnsworth House
(Ludwig Mies van der Rohe - 1951)


Farnsworth House adalahrumah pribadi yang dibuat untuk Dr. Edith Farnsworth, ia adalah seorang ahli penyakit ginjal yang sangat sukses. Farnsworth bertemu dengan Mies Van der Rohe pada sebuah acara pesta dan mengutarakan untuk ingin membangun Rumah akhir pekan (Weekend House). Farnsworth ingin membuat rumah itu karena telah membeli Riverfront Property dari penyelenggara pesta itu yang bernama Robert McCarmick. Dari situlah Mies langsung menawarkan jasanya kepada Dr.Farnsworth. Mereka berdua kemudian menjadi teman baik (tetapi mungkin tidak lebih dari itu, tidak yang seperti banyak orang yang membicarakannya), karena orang mengira Mies dan Farnsworth memiliki hubungan lebih dari seorang teman. Rancangan Mies untuk Dr.Farnsworth tersebut rencananya akan dipamerkan di MOMA ( Museum Of Modern Art ) di New York pada tahun1947.

Setelah menyelesaikan desainnya, mies tidak langsung melaksanakan pekerjaan tersebut. Hal itu terjadi karena masih memilih tempat yang pabtas untuk mendirikannya dan menunggu keputusan. Pekerjaan ini dimulai pada tahun 1950 dan rencananya akan selesai pada tahun1951. Total biaya pembuatan rumah adalah sekitar $ 72.000 (1951) atau sekitar $ 1.000.000 (th 2007). Biaya tersebut diatas perkiraan, karena yang disetujui adalah hanya $ 60.000, karena terjadi kenaikan harga baja dan material lainnya akibat inflasi setelah berakhirnya perang korea. Karena itu, Dr. Farnsworth menuduh Mies melakukan malpraktek dalam pengerjaan Farnsworth House, dan akhirnya Mies dipecat. Tetapi Mies juga menggugat balik Farnsworth karena tidak membayar sekitar $ 28.173 untuk biaya konstruksi. Dan akhirnya Mies menang karena tuduhan Farnswoth tentang malpraktek Mies tidak dapat dibuktikan. Pekerjaan Farnsworth House dilanjutkan oleh karyawan terdahulunya William Dunlop dan karyawannya.

Sejak penyelesaiannya Pada th 1951, Rumah Farnsworth telah banyak dirawat dan dipugar. Pemugaran yang paling utama dilakukan pada tahun 1972, ketika pemilik Peter Palumbo menyewa perusahaan dari cucu lelaki Mies VanDer Rohe yaitu Dirk Lohan, untuk memugar kembali rumah itu kepenampilan yang asli nya pada tahun 1951. dan dilakukan lagi pemugaran kedua pada tahun 1996, setelah terjadi banjir yang merendam kawasan tersebut. Walaupun rumah telah dibangun untuk membalas banjir di (dalam)1951, membangun melingkupi area telah menyebabkan banjir lebih tinggi mengukur dekade terbaru. Dalam dunia arsitektur, Farnsworth house secara luas dianggap sebagai eksperi yang tepat dari denah terbuaka dan idealisme Mies tentang beibahe nicth, ‘almost nothing’. Rumah ini menjadi focus kampanye melawan ‘self-chosen elite’ yang memberitahu kita apa yang seharusnya dan bagaimana kita seharusnya hidup. Hal itu dimuat dalam sebuah artikel di majalah House Beautiful.

Bagi Mies, rancangan ini juga menandai sebua htitik balik. Farnsworth house tetap menjadi sesuatu yang dinamis dan asimetris yang menjadi karakteristik rancangannya pada tahun 1920-an. Akan tetapi, bila kita melihatnya lagi, kesempurnaan yang disembunyikan mengarah pada konfigurasi desain neo klasik yang lebih statis, simetris dan mendasar pada proyek Mieslainnya.



Lokasi : Plano, Illinois 
Tahun dibangun : 1951
Arsitek : Ludwig Mies van der Rohe
Gaya Arsitektur : Modern Arsitektur

Uraian Fisik :

FARNSWORTH HOUSE adalah bangunan modern yang termasuk Up To Date dan merupakan karya yang fenomenal. Rumah ini dibangun oleh Ludwig Mies Vander Rohe sebagai arsitek dengan menggunakan prinsip “less is more” . Hal itu dikarenakan bangunan ini menggunakan bahan-bahan baru seperti Baja, Beton dan Kaca sebagai unsur strukturalnya.

Seperti karya-karya struktur Mies Van der Rohe yang lainnya, struktur yang ideal bagi Mies adalah yang proporsional secara kasat mata, dan bukanlah hasil dari perhitungan. Baik balok maupun kolom memiliki ukuran yang terlalu besar. Hal iti untuk memastikan bidang-bidang berada pada level yang sama, tidak ada yang tidak pas, dan kolom tersebut sesuai dengan ukuran yang dianggap Mies benar secara visual. Menariknya, kecenderungan struktur besi tampak terlalu langsing dibandingkan pada abad ke sembilan belas, sebagai sauatu argumentasi melawan penerimaan konstruksi.

Dalam bangunan ini, Baja I digunakan sebagai kolom yang mempergunakan kolom baja 12 inchi sebanyak 4 buah pada masing-masing sisi. ( di dalam ruangan ). Ini digunakan untuk menopang lantai dan atap. Kolom-kolom baja ini dibuat terekspose. Pada Lantai, atap, dan teras, bangunan ini memakai plat setebal 15 inchi. Rentang bangunan ini sepanjang 29 kaki ditunjang dengan 12 inchi balok baja. Pada Dinding, Farnsworth house dibungkus dengan kaca tebal yang menampilkan kesan keterbukaan bangunan ini, kaca ini ditambah baja sebagai framenya. Hal itu dikarenakan oleh fasade bangunan yang transparan.



Analisa Bangunan :

Bangunan ini memiliki fasade yang transparan karena semua dindingnya terbuat dari kaca. Kalau dilihat dari atas, bangunan ini amat geometris. Terdiri dari dua buah bentuk persegi panjang yang menyerupai dua kartu domino yang disusun. Karena Bangunan Farnsworth hose terletak di daerah yang rawan banjir yang terletak di pinggiran sungai Fox, maka Rumah Farnsworth dibuat naik. Lantai dinaikkan setinggi 1,5 meter (5 kaki) tiga inchi dari atas tanah dengan lantai segi empat dan bidang atap yang menggantung di antara delapan kolom yang berpotongan H. Dimensi dari Farnsworth House Adalah: 55' x 28' x 9.5' tinggi.





Kritik Arsitektur
Kritik Tipikal 

Dari yang dapat kita lihat bentuk bangunan yang sederhana dan bersih dari segala macam ornamen-ornamen, hanya memperlihatkan bentuk kotak sederhana dengan material kaca dan baja yang lebih dominan. Bahkan tidak dapat dipunkiri gaya arsitektur yang dia ciptakan menjadi trend di seluruh dunia sehingga menciptakan gaya arsitektur baru yang dinamakan gaya arsitektur “ International Style”.

Akan tetapi menurut pendapat saya , gaya International style menciptakan kesan monoton, kaku dan kurang memiliki ekspresi arsitektur yang dinamis dan bersifat statis, dan juga menurut saya gaya arsitektur ini tidak sesuai dengan beragam iklim dan budaya yang ada di setiap negara, khusunya bagi Negara-negara tropis contohnya Indonesia, kurang memiliki tanggap/ramah terhadap iklim tropis karena ilkim tropis memiliki suhu panas yang tinggi seehingga akan terjadi overheat didalam bangunan, hingga beberapa waktu yang lalu gaya arsitektur ini sempat disebut “dump box” atau kotak sampah. Tetapi tetap saja gaya arsitektur ini tetap pernah meramaikan dan terukir dalam sejarah asritektur dunia yang menjadi trend di seluruh dunia. Apresiasi yang khusus nya diberikan kepada Ludwig Mies Van de Rohe, terhadap karyanya kepada dunia arsitektur.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More